Akhirnya, Agustus lalu terbentuk juga sebuah band profesional yang personelnya terdiri dari anak-anak Pakpak (baca beritanya di rubrik
kebudayaan). Sebuah band yang namanya diambil dari kata Pakpak; MERANDAL yang artinya kurang lebih cakep sekali, bagus
sekali.
Ini adalah wujud dari kepedulian anak-anak muda Pakpak yang tidak cuma bicara. Bahkan personelnya sendiri, maunya
» Selengkapnya .....
Donatur Dompet Pakpakonline
06/09/2010 :: Haris Kudadiri -PT Freeport Indonesia PAPUA
03/11/2008 :: Nasrul Bahar
28/02/2008 :: Makmur Bintang - LHOKSEUMAWE
19/07/2007 :: Jansen H Sinamo - Jakarta
19/07/2007 :: Albiker Sinamo, SE,MSc. - Jakarta
28/05/2007 :: Haris Kudadiri- PT Freeport Indonesia PAPUA
17/03/2007 :: Sdr. Elohansen Padang, S.si - Manokwari
15/03/2007 :: Irham Hidayat Padang - Kaltim
NB: BANK MANDIRI Cab. SUDIRMAN YOGYAKARTA
a.n Nur Wahyu Hanani No.Rek :137-0001207741
'IKATAN KELUARGA PAKPAK DAIRI SILIMA SUAK BANDUNG SEKITARNYA (IKEPDASIS)'
Mengundang yang terhormat :
Bapak/Ibu/Sdr/i untuk menghadiri pelantikan pengurus IKEPDASIS dan Malam Budaya Pakpak Dairi,
hari : Selasa, 20 Mei 2008
Pukul 15.30 – 18.00 : Talkshow
Pukul 18.00 – 22.00 : Makan bersama
Pelantikan pengurus
Hiburan artis dan pagelaran tari
Tempat : Aula Agape Lt. 4 RS.Immanuel Jl.Peta No,161 Bandung
Hormat kami,
Ketua Panitia
Rajasa P Berutu, S.Sos
Catt : -


Sabtu, 12/04/2008
Nama sebenarnya Natalia. Lahir tanggal 27 Desember persis 2 hari setelah Natal. Tetapi sehari-hari dia dipanggil Godo. Di rumah, sekolah, pasar, lingkungan tempat tinggalnya dikenal dengan Godo. Kalau ada yang cari Natalia nggak banyak yang tau kecuali teman dekat betul atau keluarga dekatnya. Jadilah nick namenya Godo dimana-mana sampai dia chattingpun atau pake YM orang taunya Godo. Orangnya cakep. Wajahnya sempurna dengan kulit kuning langsat bersih mulus. Tetapi jangan tanya sifatnya. Keras kepala dan cuek. Janganlah coba-coba mengganggunya atau mencoelnya. Pemuda yang berani mensuitnya saja didatangi. “Apa kau?. Udah ganteng kali kau rupanya berani mensuit aku?”, bentaknya. Kalau si Pemuda tambah nakal dia tidak segan-segan mencakarnya. Apalagi dia gadis pemegang sabuk hitam di perguruan karate ternama tempat dia tinggal. Sejak kecil dia memang sudah keras kepala. Kalau nangis melihat Kreta lewat, “Oda Kreta gerrar ni”, katanya artinya bukan Kreta namanya itu. Melihat Meja, “Oda Meja gerrarni” “Oda Bapa gerrarni”, “Oda Lemari gerrarni” “Oda Kerbau gerrarni”. Apa saja dilihatnya semua dikatakan bukan itu namanya. Ketika bibelvrow membunyikan tung-tung. Itu lho dulu gereja di lebbuh belum punya giring-giring, lonceng gereja maksudnya. Jadilah sebatang kayu besar dilubangi ditengahnya kayak peti mati orang Toraja. Digantung di gereja dan dipukul menggantikan lonceng gereja. Tung-tung namanya seperti bunyinya tung…tung…tung. Saat itu Godo sedang nangis keras di samping ibunya perari Kamis, “Oda tung-tung gerrarni”. Bibelvrow br Boangmanalu ngakak mendengarnya. “Oda Natalia gerrarni” “Oda Godo gerrarni”, kata Bibelvrow meledek Godo. Sejak itu Bibelvrow selalu meledek Godo kalau ketemu sampai akhirnya Godo berhenti dengan sifatnya kalau menangis. Tetapi sifat lainnya muncul kalau melihat anak kecil selalu membuat anak itu menangis dengan mencubitnya atau mencimiminya. Itu lho meledek dengan menjulurkan lidah atau melipat bibir atas hingga kelihatan gigi bawah doang kayak nyengir Kuda. “Godoooooooo…..!!”, bentak Bapaknya marah.
Natalia punya saudara kembar Pestaria. Ya itu tadi mereka berdua lahir 2 hari setelah Natal, ari pesta ketutubuh sipaluah idi. Jadi namanya Pestaria. Kalau Natalia dipanggil Godo. Pestaria dipanggil Lolo. Walau mereka saudara kembar wajah dan karakter mereka beda betul. Kata dokter sih mereka kembar beda sel telur. Kalau kembar satu sel telur dibuahi dua buah sperma maka kembarnya seperti pinang dibelah dua. Tidak jauh beda. Kalau beda sel telur seperti pinggan dibelah dua. Hancur berantakan. Jadi begitulah. Pestaria wajahnya tidak seberuntung Natalia. Dia dilahirkan kurang sempurna, cacat. Maaf…tobing, sumbing maksudnya. Sama dengan saudara kembarnya Natalia dipanggil Godo. Pestaria dipanggil Lolo. Godo dan Lolo sikembar beda wajah dan beda karakter. Walau Lolo sumbing. Orang tuanya menerimanya dengan puji syukur alhamdudillah. Kedua orangtuanya memang berjiwa besar dan positive thinking selalu. Godo dan Lolo diperlakukan sama. Tidak pandang bulu. Karena Pestaria kelihatan gembira selalu. Ketawa selalu dengan bibir sumbingnya walau sedang menangis sekalipun maka orangtuanya memanggil dia Lolo. Lolo dak tong kita karina, selalu kita gembira maksudnya. Tumbuh dewasa gadis kecil Lolo tumbuh dengan percaya diri tidak peduli dengan kecacatan tubuhnya. Dia tetap mensyukuri bibir sumbingnya. Dia menjadi gadis periang, supel, luwes gampang senyum dan memang kelihatan selalu senyum, gampang pula bergaul. Semua orang menjadi temannya tidak pandang bulu : Anak kecil, Orang tua, Pedagang pasar, pak Ogah, Supir Angkot sampai Preman jalananpun akrab dengan dia. Begitu juga Polisi, Tentara, Anggota dewan, Mahasiswa, dokter, Wartawan dan pejabatpun menjadi teman dekatnya.
Keberhasilan Godo dan Lolo menjadi gadis mandiri dan meraih gelar Sarjana merupakan kesuksesan besar kedua orang tua mereka. Godo yang tomboy menjadi guru olah raga setelah lulus FPOK. Dia juga pelatih karate dan guru fitnes. Lolo yang periang pintar bergaul menjadi wartawati majalah terkenal setelah lulus Fisip jurusan Ilmu Komunikasi. Suaranya masih agak cadel walau bibir sumbingnya telah dioperasi. Tetapi itu bukan membuat dirinya minder atau kurang PD. Malah menjadi kelebihan baginya. Melihat kekurangannya pejabat atau pengusaha yang sedang diwawancarai menjadi iba dan dia sukses memperoleh bahan berita yang sedang diburunya. Begitulah mereka dengan karakter berbeda memperoleh didikan dari orang tua yang bijaksana.
Awalnya sebagai kalak Pakpak kedua orang tuanya menginginkan anak lelaki sebagai anak pertama. Menjadi penggeraren mereka dan penerus marga si Bapak. Si Bapak selalu berada disamping kanan istrinya. Itu lho kepercayaan kita di lebbuh. Kalau pengen anak lelaki selalulah berada disamping kanan istri termasuk tidur tentunya. Kalau mau anak perempuan beradalah disamping kiri istri. Ini kepercayaan turun temurun dari leluhur nggak tau apa alasannya. Tetapi kalau dihubungkan dengan ilmu Biologi ada juga benarnya. Gen lelaki terdiri dari X dan Y atau XY. Sedangkan perempuan hanya X saja jadi XX. Kalau gen X dari lelaki ketemu X dari perempuan jadilah XX hasilnya anak perempuan. Bila Y dari lelaki ketemu X dari perempuan hasilnya XY tentu anak lelaki. Pada lelaki terdapat dua buah testis yang memproduksi sperma X dan Y ini. Tetapi saya kurang tau pasti testis yang mana menghasilkan X dan yang mana Y. Belum kutanya pula dr. Naek L Tobing apa testis sebelah kanan menghasilkan gen Y hingga hasilnya lelaki dan testis sebelah kiri hanya menghasilkan X jadi akan lahir anak perempuan. Tentunya perlu penelitian lebih lanjut. Tetapi yang pasti secara tidak sadar nenek moyang kita telah menerapkan ilmu Biologi. Luar biasa khan orang Pakpak itu?. Sudah kubilang dari dulu karena selama ini tidak ada yang bisa atau mau menulis sehingga orang taunya Pakpak dengdeng tolu sabenggol. Coba dari dulu ditulis dan dipublikasikan tentu orang akan tau Pakpak mbeteng calon professor.. ha ha ha … Ah ben mokotna… lalap isambing. Dari dulu sejak menulis di pakpakonline.com itu-itu aja ngomongnya.
Koq jadi ngelantur ya?. Kembali ke kisah orang tua Godo dan Lolo. Pa Godo panggilannya karena memang Godo anak pertama. Lahir duluan. Sejak Pa Godo menikah semangat banget punya anak lelaki. Ambisinya luar biasa pengen punya anak lelaki secepatnya karena dia anak lelaki satu-satunya dari 6 bersaudara. Dia selalu berada di sisi kanan istri tercintanya. Duduk, berdiri, jalan dan tidur tentunya selalu disamping kanan istrinya. Tidak pernah dia lupa sekalipun barang sekejap berada disamping kiri istrinya. Dia telah mempersiapkan suatu nama buat anak lelakinya Benget Osihen Sinamo. Panggilannya Bos dari singkatan namanya. Biar jadi Bos nanti dianya, kata Pa Godo sama istirnya Nang Godo. Ketika istrinya mau melahirkan. Pa Godo menanti dengan harap-harap cemas di ruang tunggu bidan bersalin. Semoga lelaki. Semoga lelaki bathin Pa Godo dengan jantung deg-degan berdegup kencang. Bidan datang menghampiri Pa Godo memperlihatkan anaknya. Ternyata bukan anak lelaki seperti harapan Pa Godo. Anak perempuan !!!. Harapan Pa Godo dapat anak lelaki malah dapatnya perempuan malah dua sekaligus. Udah itu cacat pula satu. Bibirnya sumbing. Hancurlah hati Pa Godo. Nama anak lelaki yang dipersiapkan sia-sia sudah. Tetapi Pa Godo dan Nang Godo adalah orangtua yang luar biasa. Mereka sungguh bijaksana. Rasa kecewa mereka hanya sekejap. Kedua anak perempuan tersebut tetap disambut dengan sukacita dan puji syukur alhamdudillah. Godo anak pertama duluan lahir sejak bayi punya karakter yang egois mementingkan diri sendiri. Kalau adiknya menyusu dia menangis. Adiknya nggak boleh disusui ama ibunya. Sampai-sampai ibunya menyusui adiknya kalau Godo sudah tidur atau sengaja ibunya pergi menjauh. Begitu juga saat mereka balita. Semua perlengkapan dan permainan selalu dibeli dua, warna dan jenisnya sama buat mereka berdua bayi kembar. Tetapi Godo selalu merampas milik adiknya. Pisang diberikan dua buah masing-masing satu. Godo mengambil pisang adiknya. Boneka dibeli dua buah dua-duanya dikuasai Godo. Sampai-sampai adiknya nggak boleh memakai baju yang sudah pernah dipakai Godo. Makanya kedua orang tuanya memanggilnya Godo padahal nama aslinya Natalia. Harusnya dipanggil Lia. Tetapi Godo lebih pantas menggambarkan karakternya. Godo itu bahasa Pakpak artinya menjengkelkan. Sifat menjengkelkan itu bukan hanya jukkat, jengeng dan mbarjang. Tetapi juga cian, elat, teal dan pis mata. (Iri, dengki dan sepele melihat orang lain). Pokoknya egosentrislah. Dia aja maunya yang punya dunia ini yang lain pada kost. Kalau Lolo adiknya Godo sifatnya penyabar dan berjiwa besar. Walau Godo jukkat ama dia. Dia tidak membalasnya malah dia ketawa dengan bibir sumbingnya. Mainannya diambil Godo dibiarkannya sampai orangtuanya yang memintanya kembali baru diambilnya. Makanannya diambil Godo malah diserahkannya. Jadinya dia nggak makan sampai-sampai ibunya yang kerepotan takut dia jatuh sakit. Orangtuanya gembira buanget dan senang sekali melihat sikap Lolo. Makanya dipanggil Lolo padahal namanya Pestaria. Seharusnya dia dipanggil Ria. Memang sih Lolo artinya gembira hampir sama dengan Ria. Begitulah Pa Godo dan Nang Godo telah memberikan pencitraan bagi Godo dan Lolo dari karakter mereka sejak lahir. Berdasarkan karakter itu pulalah Pa Godo Nang Godo mendidik mereka. Godo selalu diawasi dan dinasehati baik-baik agar jangan terlalu jukkat atau cian. Lolo yang berwajah kurang beruntung dengan bibir sumbingnya selalu diberikan dorongan dan semangat agar jangan rendah diri. Tak pernah sekalipun Pa Godo dan Nang Godo menyepelekan Lolo. Lolo selalu dipanggar, dipuji maksudnya dan dibesarkan hatinya. Tak heran kalau Lolo tumbuh menjadi gadis yang percaya diri dan akhirnya berhasil meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi dengan kekurangannya.
Ya…. pencitraan awalnya adalah suatu anugerah. Berbahagialah anda bila citra anda sudah bagus sejak kecil. Pertahankalah itu. Bila anda kurang beruntung sejak dilahirkan mempunyai citra kurang bagus. Bukan salah anda. Itu bukan keinginan anda ataupun orang tua yang melahirkan anda. Tetaplah bersyukur anda masih diberikan waktu untuk merubah citra anda menjadi citra yang anda inginkan. Tentunya butuh waktu dan lingkungan yang mendukung. Bila citra anda selama ini dikenal sebagai orang sukses tiba-tiba anda kena musibah terus minta pertolongan minjam uang kepada orang lain. Jangan kecewa kalau tidak diberikan karena mereka tidak percaya dengan penampilan anda yang parlente. Orang berpikir mana mungkin anda nggak punya uang sama sekali padahal sebenarnya anda memang lagi benar-benar bokek berat. Sebaliknya bila citra anda selama ini dikenal kurang berpunya jangan cian atau late terhadap orang lain. Sikap itu tidak akan merubah keadaan malah orang lain akan pismata melihat anda. Kerja keraslah agar anda juga menjadi orang sukses. Kalau anda sudah sukses janganlah godo terhadap orang lain. Kelak bila anda jatuh tidak terlalu sakit walau citra anda telah menjadi citra orang sukses. Ya begitulah… lebih sulit mempertahankan citra baik daripada meraihnya. Tetapi hendaklah bergembira dan bersyukur dalam segala hal. Lolo sampang ate tuhu. Manang mijehe manangpe mijulu. Unang kita godo asa kennan pago-pago. Oang…oang….oang.
Paian TH Sinamo, Ir.
Mersintabi dan mohon maaf bila pernah bersikap godo secara tidak sengaja atau tanpa menyadari selama menulis di pakpakonline.com. Maaf pula bila ada persamaan nama dan marga pada tulisan diatas. Itu adalah fiksi hanya kebetulan belaka.