Akhirnya, Agustus lalu terbentuk juga sebuah band profesional yang personelnya terdiri dari anak-anak Pakpak (baca beritanya di rubrik
kebudayaan). Sebuah band yang namanya diambil dari kata Pakpak; MERANDAL yang artinya kurang lebih cakep sekali, bagus
sekali.
Ini adalah wujud dari kepedulian anak-anak muda Pakpak yang tidak cuma bicara. Bahkan personelnya sendiri, maunya
» Selengkapnya .....
Donatur Dompet Pakpakonline
03/11/2008 :: Nasrul Bahar
28/02/2008 :: Makmur Bintang - LHOKSEUMAWE
19/07/2007 :: Jansen H Sinamo - Jakarta
19/07/2007 :: Albiker Sinamo, SE,MSc. - Jakarta
28/05/2007 :: Haris Kudadiri- PT Freeport Indonesia PAPUA
17/03/2007 :: Sdr. Elohansen Padang, S.si - Manokwari
15/03/2007 :: Irham Hidayat Padang - Kaltim
NB: BANK MANDIRI Cab. SUDIRMAN YOGYAKARTA
a.n Nur Wahyu Hanani No.Rek :137-0001207741
'IKATAN KELUARGA PAKPAK DAIRI SILIMA SUAK BANDUNG SEKITARNYA (IKEPDASIS)'
Mengundang yang terhormat :
Bapak/Ibu/Sdr/i untuk menghadiri pelantikan pengurus IKEPDASIS dan Malam Budaya Pakpak Dairi,
hari : Selasa, 20 Mei 2008
Pukul 15.30 – 18.00 : Talkshow
Pukul 18.00 – 22.00 : Makan bersama
Pelantikan pengurus
Hiburan artis dan pagelaran tari
Tempat : Aula Agape Lt. 4 RS.Immanuel Jl.Peta No,161 Bandung
Hormat kami,
Ketua Panitia
Rajasa P Berutu, S.Sos
Catt : -


Senin, 29/03/2010
giahta solin
Medan Bisnis, STU Jehe
Daerah Irigasi (DI) Lae Opih/Peluluken, yang terletak di Kecamatan Sitllu Tali Urang (STU) Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat hingga kini tak berfungsi. Ironisnya, meskipun dalam pembangunannya telah menelan dana sekitar Rp 1,5 miliar lebih, sejauh ini belum ada dijumpai areal persawahan di sekitar dimaksud.
Perencanaan pembuatan irigasi tersebut pun dianggap sejumlah kalangan hanya penghambur-hamburan anggaran. Kita tidak tahu apa fungsi irigasi itu, karena tidak sepetak sawahpun yang telah tercetak di sana, ungkap Sekretaris Elemen Masyarakat Pakpak Peduli Keadilan (EMP2K) Jadi Surirang Berutu SH kepada Medan Bisnis, Senin (15/3) melalui ponsel.
Dipaparkannya, Ketika beberapa aktifis EMP2K terjun ke lokasi dimaksud baru-baru ini, pihaknya menemukan sejumlah persoalan, yaitu debit air sama sekali tidak mengalir. Sebab, bendungan berukuran 2,5 m x 10 m yang terletak di hulu irigasi telah tertimbun oleh bebatuan. Kemudian, ujarnya, areal persawahan yang direncanakan akan dicetak di sekitar irigasi tersebut tidak layak, sebab wilayah itu memiliki topografi dengan kemiringan yang curam dan berjurang.
Dipertanyakan
Anehnya, meskipun tidak ada dijumpai areal persawahan, pihak Pemkab Pakpak Bharat, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah dua kali menggelontorkan anggaran hingga Rp 1,5 miliar lebih untuk membangun DI itu, ujarnya. Tahap pertama, katanya, perencanaan dan pengerjaan pada tahun anggaran (ta) 2007 lalu yang menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar, diklaim sejumlah kalangan sarat dengan dugaan penipuan. Penyelesaian proyek saat itu diduga menyalahi bestek, sehingga sempat diadukan masyarakat kepada pihak hukum. Persoalan ini juga pernah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) daerah pemilihan (dapil) X (Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, red), namun hingga kini kasusnya dipeti eskan. Persoalan barupun muncul. Ketika proyek dilanjutkan pada ta 2009 lalu,pihak rekanan tidak menyelesaikan paket ini sebagai mestinya. Anggaran Rp 508 juta pada tahap ini diduga tidak seluruhnya dipergunakan, ungkap Jadi. Kenyataannya, dilapangan dijumpai pekerjaan saluran air yang baru hanya sekitar 30 meter saja. Selebihnya, imbuhnya, hanya dilakukan penyisipan dan pencucian bangunan lama sehingga tampak seperti baru. Sehubungan itu, tambahnnya, EMP2K meminta pihak inspektorat turun ke lokasi untuk mengkroscek permasalahan ini dan menegur seluruh oknum yang terlibat di dalamnya.