Akhirnya, Agustus lalu terbentuk juga sebuah band profesional yang personelnya terdiri dari anak-anak Pakpak (baca beritanya di rubrik
kebudayaan). Sebuah band yang namanya diambil dari kata Pakpak; MERANDAL yang artinya kurang lebih cakep sekali, bagus
sekali.
Ini adalah wujud dari kepedulian anak-anak muda Pakpak yang tidak cuma bicara. Bahkan personelnya sendiri, maunya
» Selengkapnya .....
Donatur Dompet Pakpakonline
03/11/2008 :: Nasrul Bahar
28/02/2008 :: Makmur Bintang - LHOKSEUMAWE
19/07/2007 :: Jansen H Sinamo - Jakarta
19/07/2007 :: Albiker Sinamo, SE,MSc. - Jakarta
28/05/2007 :: Haris Kudadiri- PT Freeport Indonesia PAPUA
17/03/2007 :: Sdr. Elohansen Padang, S.si - Manokwari
15/03/2007 :: Irham Hidayat Padang - Kaltim
NB: BANK MANDIRI Cab. SUDIRMAN YOGYAKARTA
a.n Nur Wahyu Hanani No.Rek :137-0001207741
'IKATAN KELUARGA PAKPAK DAIRI SILIMA SUAK BANDUNG SEKITARNYA (IKEPDASIS)'
Mengundang yang terhormat :
Bapak/Ibu/Sdr/i untuk menghadiri pelantikan pengurus IKEPDASIS dan Malam Budaya Pakpak Dairi,
hari : Selasa, 20 Mei 2008
Pukul 15.30 – 18.00 : Talkshow
Pukul 18.00 – 22.00 : Makan bersama
Pelantikan pengurus
Hiburan artis dan pagelaran tari
Tempat : Aula Agape Lt. 4 RS.Immanuel Jl.Peta No,161 Bandung
Hormat kami,
Ketua Panitia
Rajasa P Berutu, S.Sos
Catt : -


Jumat, 23/04/2010
Kita semua pasti tau dan kenal dengan yang namanya kambing. Kambing adalah hewan ternak yang biasa di pelihara orang untuk dikonsumsi dagingnya, atau untuk dijual ke pasar sebagai tambahan penghasilan keluarga. Bahkan di restoranpun dengan mudah kita bisa menemui daging kambing dengan berbagai macam masakan. Mulai dari gulai kambing, kari kambing, sate kambing dll, karena daging kambing memang lezat dan bergizi . Konon apabila memakan daging kambing ditambah dengan ramuan ramuan tertentu akan dapat meningkatkan vitalitas pria, Woooow………!
Namum dibalik kelezatan dagingnya, apabila kita amati ada satu sifat "buruk" yang tidak dimiliki hewan hewan peliharaan lainnya. Maka muncullah satu istilah dalam bahasa pakpak " kambing tegun" (menegu kambing). Lembu atau kerbau misalnya relatif lebih mudah dikendalikan sewaktu berjalan, karena tali kendalinya dicolok melalui hidungnya ( ikiling), sehingga kalau berontak maka diakan merasa kesakitan. Lain halnya dengan kambing, tali kendalinya hanya dililitkan dengan longgar di lehernya sehingga dia bisa dengan mudah meronta ronta tanpa merasa kesakitan.
Disinilah awal munculnya istilah " kambing tegun" ini . Anda boleh memperhatikan "kalak menegu kambing" . Bila kambing di depan dan "penegunya" dibelakang, kambing akan berlari hingga "penegunya" akan diseret-seret. Sebaliknya bila kambing di belakang, "penegunya" di depan, kambing akan malas berjalan, bahkan tak mau berjalan sama sekali. Bayangkan bila anda yang jadi "penegunya". Setiba di rumah anda akan mengasah parang lalu menyembelih kambing sialan tsb.
Sifat "kambing tegun" ini (sentabi) mungkin masih terdapat pada sebahagian masyarakat pakpak. Istilah ini tidak muncul begitu saja tanpa ada yang melatar belakanginya, fakta di tengah masyarakat menunjukkan bahwa sifat ini masih banyak menghinggapi masyarakat kita. Mungkin Hal ini adalah salah satu faktor, diantara beberapa faktor yang lain, penyebab kalak pakpak oda keke. Orang yang punya sifat seperti ini tidak akan bisa maju. Kelak bila dia disuruh di depan (jadi pemimpin), dia akan bertindak se enak udelnya tanpa memperhatikan aspirasi yang dipimpinnya. Bila dia disuruh dibelakang (dipimpin) malah gak bisa diatur, berbuat semaunya. Persis " kambing tegun"." Ulang mo kita bagi kaltu". Pas bage ungkapan pakpak berikutna : " Pande oda terpergurui, moto oda terajaren. (Pandai tapi tidak bisa dimintai pendapat, bodoh tapi tidak bisa diajari). Bertolak belakang dengan istilah "kalak jaba". Ingarso sungtulado, ingmadya mangunkarso, Tutwuri handayani. ,(di depan jadi pemimpin, ditengah jadi motivator, di belakang jadi pendorong). " Patut mo keppe kalak jaba mbue sukses i segala bidang". Boi ipimpin, boima jadi pemimpin.
DI LINGKUNGAN KERJA
Dulu sewaktu penulis masih bekerja disebuah perusahaan BUMN, pernah mengalami hal seperti ini. Pada suatu kesempatan ada dibuka lowongan pekerjaan untuk tingkat pendidikan sarjana, sebagai tenaga manager sebuah proyek konstruksi yang tentu saja membutuhkan kandidat yang disamping mumpuni dibidang teknik, juga harus mempunyai mental yang kuat menghadapi tantangan lapangan. Diantara sekian pelamar yang mendaftar dibagi menjadi tiga kategori sesuai dengan nilai ijazah. Kategori A :IP tinggi, B : IP sedang, C : IP rendah. Setelah melalui beberapa seleksi akademis, psikologi dan wawancara, Pimpinan Perusahaan menginstruksikan kepada sekretarisnya untuk menerima orang yang IP nya sedang saja yaitu Si B. Tentu saja sekretarisnya heran dan bertanya kepada Pimpinan Perusahaan. " Lho Pak, kenapa bukan si A yang IP nya tinggi yang diterima". Pimpinan perusahaanpun menjawab dan bertanya kembali pada sekretarisnya. " Kamu tahu berapa IP saya. IP saya lebih rendah daripada si B. Jawaban Pimpinan perusahaan menambah kebingungan Sekretarisnya. Ternyata setelah dijelaskan oleh pimpinan perusahaan barulah sisekretaris ngeh permasalahannya. Si B mempunyai kecerdasan intelektua yang biasa biasa saja, tapi mempunyai kematangan emosi yang baik. Untuk menjadi seorang pimpinan, faktor penentunya bukan hanya kecerdasan intelektual semata. Tapi juga harus didukung kecerdasan emosional, yaitu sikap, perilaku, ladership, Integritas, loyalitas, kerja sama dll. Kerja sama, merupakan hal terpenting bagi sebuah team work. Mustahil sebuah rencana akan berhasil tanpa dukungan oleh team work yang solid. Seorang pesepak bola yang hebat sekelas Christiano Ronaldo tidak ada apa apanya tanpa dukungan rekan rekan dalam timnya. Dan ternyata Si B itu adalah penulis sendiri. ( Ah, membanggakan diri sendiri citok).
Pengalaman diatas menunjukakan betapa pentingnya merubah sikap perilaku "kambing tegun" ini untuk meraih sebuah kesuksesan. Istilah ini masih relevan dengan sebuah umpama pakpak lainnya. Yaitu " Bakune Gendangna, bagima tatakna". (Bagaimana musiknya, begitu pula tariannya). Artinya Musik dengan tarian harus selaras. Dalam aplikasi sehari hari berarti kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan komunitas, dimana kita berada. Bayangkan betapa anehnya jika lagu odong - odong pakpak diikuti dengan tarian jaipong Sunda. Kalau dalam istilah Minang " Di ma tanah dipijak, disinan langiek dijunjuang". (Dimana tanah dipijak disitu langit dijunjung). Ah, patut mo keppe mbue kalak minang sukses ipengeranton, terutama ibidang mertiga tiga.
PENUTUP
Tulisan ini diperbuat bukan bermaksud menjelekkan salah satu tabiat kita pak-pak. Tapi ini adalah wujud kecintaan penulis terhadap suku pakpak. Penulis berharap dengan tulisan ini mampu memberikan pencerahan kepada seluruh pembaca sekalian dimanapun berada. Terutama kita pakpak, sehingga kita berani berdiri menegakkan kepala ditengah tengah suku yang lain. Dalam kesempatan ini, penulis juga mau memperkenalkan diri, sebagai pendatang baru di web site ini. Penulis bernama Rony Faslah Sitakar, lahir di tanah karo, besar di Gunung sitember (karo juga) meski masih kab. Dairi, Alumni Politeknik USU 90, profesi Wiraswasta tinggal di Kuala Simpang (Aceh). Mungkin anda ragu dimana letak ke Pakpakan penulis. Jangan ragu Asli 200% pakpak. Ibarat Ikan hidup di laut, meski airnya asin ikan tetap tawar. Walau dimana berada kita tetap Pakpak. Sibarbagimo lebbe kaltu, kaduan sisambung nola. I LOVE YOU FULL PAKPAK, DOK MBAH SURIP.
Email : Ronifaslah67@yahoo.com.