Donatur Dompet Pakpakonline
06/09/2010 :: Haris Kudadiri -PT Freeport Indonesia PAPUA
03/11/2008 :: Nasrul Bahar
28/02/2008 :: Makmur Bintang - LHOKSEUMAWE
19/07/2007 :: Jansen H Sinamo - Jakarta
19/07/2007 :: Albiker Sinamo, SE,MSc. - Jakarta
28/05/2007 :: Haris Kudadiri- PT Freeport Indonesia PAPUA
17/03/2007 :: Sdr. Elohansen Padang, S.si - Manokwari
15/03/2007 :: Irham Hidayat Padang - Kaltim
NB: BANK MANDIRI Cab. SUDIRMAN YOGYAKARTA
a.n Nur Wahyu Hanani No.Rek :137-0001207741
'IKATAN KELUARGA PAKPAK DAIRI SILIMA SUAK BANDUNG SEKITARNYA (IKEPDASIS)'
Mengundang yang terhormat :
Bapak/Ibu/Sdr/i untuk menghadiri pelantikan pengurus IKEPDASIS dan Malam Budaya Pakpak Dairi,
hari : Selasa, 20 Mei 2008
Pukul 15.30 – 18.00 : Talkshow
Pukul 18.00 – 22.00 : Makan bersama
Pelantikan pengurus
Hiburan artis dan pagelaran tari
Tempat : Aula Agape Lt. 4 RS.Immanuel Jl.Peta No,161 Bandung
Hormat kami,
Ketua Panitia
Rajasa P Berutu, S.Sos
Catt : -


Dalam sebuah artikelnya yang termuat di Kompas, Jaya Suprana memuji-muji keluarga orang yang ditawarkan dimakamkn di Taman Makam Pahlawan, tapi keluarga tersebut memutuskan (memilih) dimakamkan di taman pemakaman umum. Inilah yang terjadi kepada keluarga almarhum Abdul Azis Angkat. Ketika pemerintah menawarkan beliau dimakamkan di TMP Medan, keluarga memilih memakamkannya di taman pemakaman umum. Ketika orang berlomba ingin disebut pahlawan yang digambarkan dengan simbol-simbol seperti dimakamkan di TMP, Abdul Azis Angkat sebaliknya. Ini, jika tidak karena rendah hati, sulit bisa terjadi. Sementara kalangan luas, pemerintah khususnya ingin memposisikan Pak Abdul Azis sebagai pahlawan, sebagian yang menulis di buku tamu pakpakonline sebaliknya. Semua orang memang bebas mengeluarkan pendapat. Tapi dalam konteks Abdul Azis Angket, menjadi tolok ukur bagi kita, orang melihat Pakpak sebagai satu kesatuan, kekuatan, atau sebaliknya. Anda bisa menilai sendiri dari apa yang terjadi di buku tamu website ini.
Sebagian menilai kepahlawanan itu pada sikat yang begitu nyata, pada perbuatan yang konkret. Padahal, ketika orang menyebut Abdul Azis sebagai pahlawan demokrasi, cukup dengan disebut, dia itu adalah orang Pakpak, nilainya sudah cukup tinggi bagi eksistensi Pakpak sendiri. Orang-orang rendah hati selalu memberi dengan tangan kanan tanpa tangan kiri perlu tahu. Kita tidak pernah membahas, mencari tahu, secara politis, sejauh mana Pak Azis berbuat diam-diam kepada suku atau darah asalnya.
Apapun, kita tidak perlu berpanjang-panjang. Kita hanya bisa berdoa, semoga arwah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan diberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kepada rekan-rekan Pakpak, mari kembali ke jalur, membuat website ini sebagai media komunikasi yang efektif untuk memberikan pemikiran-pemikiran positif untuk segala hal atas nama kepakpakan. Meminjam istilah Pak Makmur Bintang, salam Pakpak Raya! Njuah-njuah. Salam dari Jakarta.
pakpakonline.com