Advertise

Upacara Ritual Menanda Tahun Di Si Enem Kuta Si Sada Rube Diharapkan Dapat Dilestarikan

Sumber: pakpakbharatkab.go.id
Kegiatan Kerja baik Menanda Tahun adalah upacara tahunan yang selalu dilaksanakan masyarakat yang berada diwilayah sisada Rube yang mencakup tiga Desa Dan Enam lebuh (kampung) yakni Desa tersebut adalah Desa Kecupak I, Desa Kecupak II dan Desa Simerpara, serta enam lebuh (kampung) tersebut adalah Lebuh Sabah, Lebuh Delamdam, Lebuh Kuta Tengah, Lebuh Tuppak Beak, Lebuh Pulo Namuk dan Lebuh Simerpara. Wilayah sisada Rube tersebut di tinggali oleh mayoritas marga Manik yang masuk kedalam Suak Simsim dalam suku Pakpak, namun banyak pula marga2 lain di wilayah ini selain dari marga Manik. Kegiatan Menanda Tahun ini dilakukan untuk menjaga tradisi leluhur selain itu juga melalui kegiatan tahunan ini masyarakat di Si Sada Rube bisa bertemu dan bersilaturahmi.

Kegiatan Tahunan ini setiap tahunnya dilaksanakan di Delleng Simenoto letaknya tidak jauh dari tempat tinggal masyarakat si sada Rube  Kecamatan PGGS Kabupaten Pakpak Bharat dan rutin dilakukan pada setiap awal bulan Februari dan pada Tahun 2018 ini kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu pagi hingga siang (10/01).

Upacara tersebut turut hadir sukut nitalun marga Manik,Kula-kula, Bere Beru, pemuka adat, Pemuka Agama, Camat PGGS Hanafi GP Padang SH,  Utusan Dinas Pariwisata Pakpak Bharat, Kepala Desa Kecupak I Sahrin Manik, Kepala Desa Kecupak II Sautma Manik serta Kepala Desa Simerpara Mardi Manik SE, Serta Masyarakat yang sekitar +_ 400 orang.

Kegiatan menanda Tahun tersebut bertujuan untuk mengetahui apa saja  yang baik akan dilakukan dan apa saja yang tidak perlu dilakukan oleh masyarakat di wilayah tersebut, melalui Prosesi Ritual yang dibawakan oleh seorang Sibaso  (punya ilmu gaib) bernama Tema Manik. Dengan menyembelih seekor ayam betina yang belum pernah bertelur, dari situlah Sibaso tersebut menerawang dan mengabarkan berita apa saja yang didapat dari ayam yang telah di sembelih tersebut.
Terkusus pada kegiatan Tahun ini, setelah sibaso mengabarkan agar masyarkat petani harus menanam padi putih terlebih dahulu, dan tanaman buah dan sayuran ditahun ini juga jauh lebih baik dari sebelumnya, namun sibaso memberitahu kalau ditahun ini banyak penyakit yang akan datang, khususnya kepada anak-anak.  Sibaso meminta agar orang-orangtua lebih menjaga dan memperhatikan anak-anak agar tidak terkena penyakit tersebut.

Untuk sampai ke lokasi upacara menanda Tahun tersebut para pengunjung akan melewati 58 anak tangga. Di Delleng terdapat Dua Bale yang menyerupai Rumah Adat Suku Pakpak yang digunakan warga untuk mengikuti upacara Menanda Tahun, di Delleng simenoto ini juga terdapat sebuah Batu Perjanjian menyerupai Cicak yang disebut dengan Batu Tetal, bagi suku Pakpak Hewan Cicak dikenal sebagi Beraspati Tanoh, Ukiran atau ornamen tersebut dianggap sebagai Pelindung, lambang tendi (roh) yang akan melindungi warga wilayah sisada Rube lahir dan Batin. Batu perjanjian bahwa sisada rube sebagai daerah yang masyarakatnya mayoritas petani harus menghargai alam.
Batu tersebut tidak ada yang tahu pasti kapan di buat, namun diperkirakan usia batu tersebut sudah mencapai Ratusan Tahun

Camat PGGS Hanafi Goar P. Padang SH dalam sambutannya menberi apresiasi kepada masyarakat atas partisipasi masyarakat untuk tetap mempertahankan budaya peninggalan leluhur ini dan beliau juga mengucapkan termakasih kepada pemerintah Desa Terkhusus Tiga Desa yang telah membantu kegiatan ini berlangsung baik itu Waktu maupun materi. Camat berharap Kegiatan budaya ini kedepannya semakin meningkat lebih baik lagi dan diharapkan juga kepada pemerintah kabupaten Khususnya Bupati Pakpak Bharat dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pakpak Bharat agar mendukung dan lebih memperhatikan serta ikut menjaga maupun mempromosikan Budaya ini, sehingga kegiatan ini bukan hanya semata-mata dikenal karena prosesi Ritualnya saja, namun Menanda Tahun ini juga dapat dijadikan sebagai salah satu tempat Wisata  yang diminati para pengunjung nantinya.

Kepala Dinas Pariwisata  Drs Bambang Sunarjo Banurea yang pada kesempatan ini diwakili Oleh kasi Kebudayaan dan Parawisata M. Bancin dalam arahannya mengatakan Dinas pariwisata dan Kebudayaan sangat mendukung kegiatan menanda Tahun tersebut, karena satu-satunya acara menanda tahun Dikabupaten Pakpak Bharat hanya ada di Si Sada Rube si enem Kuta ini. Beliau mengatakan akan mengalokasikan anggaran dari Disbudpar untuk kegiatan tahun kedepannya. Beliau berharap agar kegiatan ini jangan sampai hilang, ia meminta agar seluruh pihak sama-sama menjaga dan melestariak budaya ini.

Setelah acara Ritual pada kegiatan tersebut, masyarakat dan seluruh undangan yang hadir akan di suguhkan makanan Khas Suku Pakpak yaitu Makan Pelleng si Cina Mbara.
Bagi suku Pakpak Pelleng Bukanlah sajian makanan biasa. Banyak makna yang disampaikan oleh penyajian Pelleng, Makan Pelleng hanya akan dilakukan masyarakat Pakpak saat menyambut momen-momen penting dalam masyarakat. Masayarakat pakpak percaya setelah makan Pelleng Akan ada harapan dan timbul keberanian serta motivasi untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.  Pelleng yang disajikan pada kegiatan ini berbeda pula dengan Pelleng pada acara-acara pakpak yang lainnya karena dibungkus dengan daun Tambelakut (daun dari Hutan). Dengan dibungkus dengan daun tambelakut rasa pelleng tersebut akan terasa lebih nikmat dan menggugah selera.
Setelah selsai makan sebelum jam 12 siang lokasi upacara tersebut akan ditinggalkan secara bersama-sama untuk pulang ke rumah, karena sudah waktunya acara ritual berahir dan sampailah pada masa "Sangket Rebu".
Salah seorang warga akan ditunjuk untuk membawa janur keliling kampung sambil meneriakkan Sangket Rebu. Sangket Rebu adalah Waktu masyarakat untuk menjauhkan pantangan-pantangan yang sejak dulu sudah diterapkan.
Adapun pantangan-pantangan tersebut adalah  menyalakan api, mengorek tanah, menggongseng, makan, minum dan di himbau agar warga si sada rube tidak melakukan aktifitas apapun hingga pukul 6 sore pada hari menanda Tahun tersebut.
Upacara Ritual Menanda Tahun Di Si Enem Kuta Si Sada Rube Diharapkan Dapat Dilestarikan Reviewed by Pakpak Online on 10:07 PM Rating: 5
All Rights Reserved by Pakpak Online © 2019
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.